<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6148469</id><updated>2011-04-21T16:15:53.296-07:00</updated><title type='text'>Siroh Ar-Rosul</title><subtitle type='html'>Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasullullah suri tauladan yang baik</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://siroh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6148469/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siroh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Raif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15255401331732701623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6148469.post-107026274448705375</id><published>2003-11-30T23:12:00.000-08:00</published><updated>2003-11-30T23:12:34.440-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;III. KEPRIBADIAN MUHAMMAD BIN ABDULLAH SEBELUM DIANGKAT MENJADI NABI DAN RASUL&lt;/strong&gt;1.	Muhammad Bin Abdullah terkenal sebagai manusia yang jujur dan memiliki tingkat kepedulian sosial yang tinggi.&lt;br /&gt;a.	Pernyataan Siti Khadijah seorang wanita bangsawan Quraisy yang mengenal dekat kepribadian Muhammad.&lt;br /&gt;b.	Pernyataan Abdillah Bin Abi Al-Hisa ketika mengadakan janji untuk bertemu di suatu tempat, Muhammad menunggu sampai tiga hari lamanya.&lt;br /&gt;c.	Pernyataan secara aklamasi kaum Quraisy di bukit Shafa ketika akan diproklamasikan Nubuwwah Muhammad.&lt;br /&gt;2.	Muhammad Bin Abdullah memiliki rasa solidaritas dan mencintai keadilan.&lt;br /&gt;a.	Muhammad ikut perang fijar membela kaum Quraisy bersama induk sukunya Kinanah bertempur melawan suku Qoisy.&lt;br /&gt;b.	Muhammad ikut bergabung dalam lembaga sosial kemanusiaan “Hifdul Fudzul”, sebuah koalisi (persekutuan) yang dibentuk atas dasar perlindungan terhadap golongan masyarakat yang lemah.&lt;br /&gt;3.	Muhammad memiliki naluri dan bakat kepemimpinan yang tinggi sehingga mendapat gelar “Al-Amin” dari pembesar Quraisy setelah menyelesaikan kasus persengketaan peletakan Hajar Aswad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PERIODE GERAKAN MISI RISALAH NUBUWWAH MUHAMMAD SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.	Langkah-langkah dakwah pada periode makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)	Legitimasi pembawa misi risalah, definitnya Muhammad Bin Abdullah dilantik sebagai Nabi dan Rasul/Khalifah Allah di muka Bumi dengan prosedur “Al-Mitsaq” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang sangat teguh (berat) agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang sangat pedih.” &lt;/em&gt;(Q.S. Al-Ahzab : 7-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.	Pernyataan Muhammad Bin Abdullah kepada Malak Jibril :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Maa Ana Bi Qooriy”&lt;/em&gt; dalam persfektif (pandangan) Nubuwwah adalah merupakan kesiapan dengan syarat mendapat bimbingan/petunjuk dalam melaksanakan tugas misi/risalah.&lt;br /&gt;b.	Makna dan pengertian &lt;em&gt;“Iqra` Bismirabbikal Ladzi Khalaq”&lt;/em&gt; dalam konteks sosio politik dakwah Muhammad SAW, yakni :&lt;br /&gt;-	Harus membaca nasib/keadaan masyarakat yang tertindas&lt;br /&gt;-	Harus membaca peta politik negara musyrikin Makkah&lt;br /&gt;-	Harus mengubah situasi dan kondisi serta fenomena yang ada&lt;br /&gt;-	Melaksanakan tugas harus diatas nama Rabb (atas dasar perintah Allah, di jalan Allah, mengikuti aturan Allah dan semata-mata mencari keridloan Allah SWT)&lt;br /&gt;c.	Makna dan pengertian &lt;em&gt;“Khalaqal Insaana Min `Alaq”&lt;/em&gt; dalam persfektif tabi`at asal manusia.&lt;br /&gt;-	Bahwa manusia memiliki sifat ketergantungan &lt;br /&gt;-	Manusia suka menumpahkan darah (membunuh)&lt;br /&gt;-	Manusia memiliki keterikatan darah yang satu dengan yang lainnya (fanatisme golongan)&lt;br /&gt;d.	Makna dan pengertian “Iqra Warabbukal Akram” dalam konteks politik dakwah Muhammad SAW.&lt;br /&gt;-	Harus mengembalikan dan mewujudkan kemuliaan Allah dengan melestarikan Rububiyyah, Mulkiyah, dan Uluhiyah Allah di bumi&lt;br /&gt;-	Harus mengembalikan dan mewujudkan derajat manusia yang mulia menurut pandangan Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rizky dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah Kami ciptakan”&lt;/em&gt; (Q.S. Al-Israa` : 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)	Apresiasi Waraqah Bin Naufal mengenai Nubuwwah Muhammad SAW.&lt;br /&gt;Bahwa yang datang kepada Nabi Muhammad adalah Jibril dan Nabi akan mengalami reaksi (diperolok, dihina, dikucilkan, diintimidasi, dan dibunuh serta diusir dari kampung halamannya) dari aksi dakwahnya terhadap masyarakat dan penguasa musyrikin Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)	Perintah dakwah kepada Nabi Muhammad dalam upaya membentuk jama`ah Tauhidiyah (komunitas Islam) melalui prosedur “syahadah” (transaksi transedental). Teknik gerakan dakwah Rasulullah hingga tahun ketiga kenabian dengan cara syiriyyah (syiriyatul dakwah dan syiriyyatut tanzhim), yakni pembentukan jama`ah Islam secara rahasia (Clandestine).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.	Perintah untuk mempersiapkan diri kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyongsong dakwah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Q.S. Al-Qalam : 1-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i.	Bertindak harus sesuai perintah dalam Al-Kitab (Al-Qur`an/wahyu)&lt;br /&gt;ii.	Pernyataan Allah bahwa Muhammad SAW bukan orang gila (bukan pengkhayal/bukan mengerjakan sesuatu yang mustahil tercapai). Ini merupakan peneguh hati Beliau.&lt;br /&gt;iii.	Janji Allah akan memberikan pahala yang besar dan tiada putus-putus.&lt;br /&gt;iv.	Pernyataan Allah tentang ahlak Nabi SAW, adalah “Khuluqin `Azhim”.&lt;br /&gt;v.	Janji Allah SWT akan memperlihatkan siapa yang sesat dan siapa yang diberi hidayah di jalan Allah.&lt;br /&gt;vi.	Larangan mengikuti atau menta`ati orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang berselimut (Muhammad) * Bangunlah (untuk shalat) di &lt;em&gt;“Nunn. Demi kalam dan apa-apa yang mereka tulis * berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila * Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang sangat besar yang tidak putus-putusnya * Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung * Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat. * siapa yang diantara kamu yang gila * Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk * Maka janganlah kamu mengikuti (ta`at) orang-orang kafir (yang mendustakan ayat-ayat Allah).” &lt;/em&gt;malam hari, kecuali sedikit (dari padanya) * (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit * atau lebih dari seperdua itu dan bacalah Al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan * Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk berkhusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan * Sesungguhnya kamu pada siang hari memiliki urusan yang panjang (banyak) * Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan * (Dia-lah) Tuhan Masyriq dan Maghrib tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambilah Dia sebagai Pelindung * Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” (Q.S. Al-Muzzamil : 1-10)&lt;br /&gt;i.	Perintah Allah untuk shalat sebagai tarbiyyah ruhiyyah (cara mendekatkan diri kepada Allah) dan mempersiapkan mental spiritual.&lt;br /&gt;ii.	Perintah untuk menyusun strategi dalam dakwah dengan membagi periodesasi/tahapan-tahapan terprogram (manhaj harokah). Yaitu masa istid`af (makiyah) dan masa tamkin (Madaniyah).&lt;br /&gt;iii.	Perintah untuk senantiasa dzikir (mengikuti petunjuk) Rabb, dan jangan mudah berputus asa, serta harus berlindung hanya kepada Yang Maha Pelindung yaitu Allah Rabbul`alamiin.&lt;br /&gt;iv.	Perintah bersabar menghadapi bentrokan dengan penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.	Turunnya perintah dakwah syirriyah, serta falsafah perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang berkemul (berselimut) * Bangunlah, lalu berilah peringatan! * Dan Tuhanmu, agungkanlah * Dan pakaianmu, bersihkanlah. * Dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah. * Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh balasan yang lebih baik. * Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. * Apabila ditiupkan sang kakala. * Maka waktu itu adalah waktu (tangannya) hari yang sulit. * Bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. “&lt;/em&gt; (Q.S. Al-Muddatsir : 1-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i.	Menyampaikan misi.&lt;br /&gt;ii.	Mengajak untuk mengagungkan Allah sebagai Rabb (beribadah hanya kepada Allah, menjungjung tinggi hukum Allah).&lt;br /&gt;iii.	Menyuruh meninggalkan kebiasaan jelek (musyrik) dan kembali bertauhid.&lt;br /&gt;iv.	Menyuruh hijrah dari pekerjaan yang berdosa (kejahiliyahan).&lt;br /&gt;v.	Melarang punya sikap materialistis (meninggalkan hal-hal keduniawian).&lt;br /&gt;vi.	Senantiasa sabar dalam bertugas (aktif, produktif, dinamis, dan optimis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah menyukai orang-orang yang bersabar.” &lt;/em&gt;(Q.S. Ali-Imran : 146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-	Menyongsong pertolongan Allah dimana orang-orang kafir tidak punya kekuatan untuk memngalahkan Muhammad dan pengikutnya. (Q.S 74 : 1-10)&lt;br /&gt;-	Bekerja harus atas nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;-	Raihlah Maha Rahman dan Maha Rahim-Nya Allah.&lt;br /&gt;-	Tegakkanlah kerajaan Allah di bumi (Khalifah Fil Ardh) karena Dia-lah yang merajai kerajaan bumi dan langit serta hari pembalasan. Mintalah hidayah Allah yaitu, berjalan di atas shiratal mustaqiim karena itulah jalan orang-orang yang telah diberi nikmat (para Nabi, Shadiqin, Syuhada, dan Shalihin). Supaya mendapat derajat yang sama dengan mereka.&lt;br /&gt;-	Dan menjauhlah dari jalan orang-orang yang dimurkai lagi sesat jalannya (iblis, syaitan, musyrikin, kafirin, yahudi, nasrani, fasikin, dzalimin, dll) (Q.S. 1 : 1-7; Q.S. 4 : 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (Q.S. An-Nisa : 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.	Langkah-langkah terprogram dakwah Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;-	Dakwah secara rahasia (menjaga keamanan).&lt;br /&gt;-	Pelaksanaan dakwah atas dasar pilihan, yaitu yang didakwahi adalah orang-orang yang diharapkan menjadi pilar-pilar pendukung dan pelaksana perjuangan.&lt;br /&gt;-	Berdakwah melalui intelektualitas Da`i dan status sosialnya.&lt;br /&gt;-	Berdakwah secara umum (pria, wanita, kaya, miskin, penguasa, rakyat biasa, majikan, ataupun hamba sahaya).&lt;br /&gt;-	Hidup berdampingan antara kaum muslimin dan kaum nonmuslim.&lt;br /&gt;-	Memfokuskan pada pembinaan ummat.&lt;br /&gt;-	Senantiasa melaksanakan shalat.&lt;br /&gt;-	Wanita yang berperan aktif dalam periode syiriyah ini.&lt;br /&gt;-	Serta pengetahuan Quraisy tentang dakwah Islam (mereka tidak mengganggu dakwah selama masih dalam koridor dakwah pribadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)	Proklamasi kerasulan Muhammad SAW pada tahun ke-3 kenabian dengan &lt;em&gt;“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul-nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu : Nabi-nabi, para Shadiqin, orang-orang yang mati syahid (syuhada), dan orang-orang yang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. “&lt;/em&gt;berdasarkan perintah dalam Al-Qur`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” &lt;/em&gt;(Q.S. Asy-Syu`araa : 214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad secara terbuka di hadapan para pembesar Quraisy di bukit Shafa memproklamasikan kerisalahannya. Ini yang dimaksud dengan dakwah dhohiriyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tiada Tuhan selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummiy yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” &lt;/em&gt;(Q.S. Al-`Araaf : 158)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.	Isi proklamasi yang terkandung di dalam Al-Qur`an surat 7 ayat 158 :&lt;br /&gt;-	Menyatakan diri sebagai utusan Allah (rasulullah) untuk seluruh ummat manusia.&lt;br /&gt;-	Menyatakan bahwa Allah sebagai Rabb, Malik, dan Illah manusia.&lt;br /&gt;-	Mengajak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu Nabi yang Ummiy (tidak pernah membaca dan menulis kitab/karya tulis lainnya dan yang memiliki kasih sayang kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya).&lt;br /&gt;-	Mengajak untuk mengikuti dia (Rasulullah) supaya mendapat hidayah.&lt;br /&gt;-	&lt;br /&gt;b.	Perintah dakwah secara terbuka kepada kerabatnya (Quraisy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” &lt;/em&gt;(Q.S. Al-Hijr : 94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·	Dakwah kepada keluarga dekat (Q.S. 11 : 80, 91; Q.S. 26 : 214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Luth Berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu akan kulakukan).” &lt;/em&gt;(Q.S. Huud : 80)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·	Berpaling dari kaum musyrikin (Q.S. 15 : 94)&lt;br /&gt;·	Dakwah secara umum.&lt;br /&gt;·	Sirriyatut Tanzhim (membentuk Darul Arqam).&lt;br /&gt;·	Pertemuan rutin dan kontinyu.&lt;br /&gt;·	Shalat secara sembunyi di lorong-lorong.&lt;br /&gt;·	Pembinaan/kaderisasi ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6148469-107026274448705375?l=siroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6148469/posts/default/107026274448705375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6148469/posts/default/107026274448705375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siroh.blogspot.com/2003_11_01_archive.html#107026274448705375' title=''/><author><name>Raif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15255401331732701623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6148469.post-107020690489551951</id><published>2003-11-30T07:41:00.000-08:00</published><updated>2003-11-30T07:54:19.226-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>SIROH AR-ROSUL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I.	MUQODIMAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siroh Ar-Rosul adalah sejarah (riwayat hidup) Rosulullah SAW dalam memperjuangkan dan melaksanakan Risalah Allah (Al-Islam) supaya tegak di muka bumi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dialah yang mengutus Rosul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik benci.” &lt;/em&gt;(Q.S. Ash-Shaaf : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.	Urgensi/pentingnya mempelajari Siroh Ar-Rosul, karena berfungsi sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.	Petunjuk strategi global (pola) perjuangan ummat Islam dalam menegakkan  Dienullah di muka bumi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.” &lt;/em&gt;(Q.S. Al-Ahzab : 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b.	Sarana untuk meninggikan derajat ummat Islam.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan kalau kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya, dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (pula). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” &lt;/em&gt;(Q.S. Al-`Araaf : 176)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c.	Peneguh Hati, bahwa Islam memiliki sejarah yang gemilang di masa    Rasulullah SAW.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan semua kisah dari Rasul-rasul itu Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu, dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran dan pengajaran serta peringatan bagi orang-orang yang beriman.” &lt;/em&gt;(Q.S. Huud : 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d.	Pelajaran yang harus diambil dan dilaksanakan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” &lt;/em&gt;(Q.S. Yusuf : 111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;e.	Bukti yang autentik tentang kebenaran Rasulullah sebagai utusan Allah&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu (60). Siapa ayng membantahmu tentang kisah `Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya) :”Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la`nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta (61). Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (62).” &lt;/em&gt;(Q.S. Ali-Imran : 60-62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;f.	Tafsir (penjelasan) yang murni dari Al-Qur`an.&lt;/strong&gt;“&lt;em&gt;Apa saja harta rampasan (fai) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.”&lt;/em&gt; (Q.S. Al-Hasyr : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;g.	Rujukan hukum yang kedua setelah Al-Qur`an.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah, dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur`an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” &lt;/em&gt;(Q.S. An-Nisa : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.	Siroh Ar-Rosul adalah sunnah dalam proses pembumian Al-Qur`an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.	Memiliki tahapan/periodisasi yang jelas dan tidak tergesa-gesa serta memahami karakteristiknya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Maka Mahatinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur`an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah :”Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” &lt;/em&gt;(Q.S. Thohaa : 114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b.	Memakai manhaj (langkah-langkah program) Nubuwwah yang merupakan taujih Robbaniy (arahan-arahan Allah SWT) dalam memperjuangkannya.&lt;/strong&gt;“&lt;em&gt;Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;/em&gt; (Q.S. Al-Ahzab : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c.	Merupakan bukti dan alasan kuat supaya Al-Qur`an ditegakkan memerlukan perjuangan dan pengorbanan serta proses yang benar (Al-haq) bukan dengan praduga atau alasan-alasan.&lt;/strong&gt;“&lt;em&gt;Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya diatas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.”&lt;/em&gt; (Q.S. Ash-Shaaf : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II.	SITUASI DAN KONDISI MUSYRIKIN MAKKAH PRA BI`TSAH RASULULAH   SAW&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.	Latar belakang historis (sejarah) bangsa Arab pra Islam abad VII Masehi.&lt;br /&gt;a.	Kekuatan-kekuatan sosial politik di luar bangsa Arab adalah Romawi dan Persia.&lt;br /&gt;b.	Kekuatan keagamaan (religius) di luar bangsa Arab seperti :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;·	Dari Persia ada Majusi, Zoroaster, dan Madzakin serta Kristen&lt;br /&gt;·	Dari Romawi ada Kristen dan Yahudi&lt;br /&gt;·	Dari India ada Berhalaisme&lt;br /&gt;·	Dari Yunani ada Khurafat dan Takhayul serta Mistikisme&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c.	Situasi keagamaan (religius) di kota Makkah :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;·	Penyembahan kepada berhala (Berhalaisme)&lt;br /&gt;·	Sisa-sisa hanifiyyah Millah Ibrahim yang banyak diselewengkan&lt;br /&gt;·	Yahudi dan Nasrani yang jumlahnya sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.	Bangsa Arab secara internal ditinjau dari aspek ideologi sosio politik.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a.	Bangsa Arab memiliki ideologi Hubbalisme (ideologi yang berasal dari Sosio Budaya Abaana) dengan dasar ketuhanan ganda/polytheisme dan dijadikan ikatan pemersatu (Reason De Etri) dan sebagai sumber nilai serta hukum tertinggi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka :”Siapakah yang menciptakan langit da bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya ?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nya lah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.” &lt;/em&gt;(Q.S. Az-Zumar : 38)&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b.	Bangsa Arab dan konstitusi birokrasi dan politik pemerintahannya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1)	Aspek bentuk negara dan pemerintahan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;·	Negara kesatuan&lt;br /&gt;·	Negara republik tradisional&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2)	Aspek kebudayaan : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;·	Dekadensi moral (judi, khamr, dan kijan)&lt;br /&gt;·	Olympiade nasional&lt;br /&gt;·	Dukun, paranormal atau kahin&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” &lt;/em&gt;(Q.S. Al-Maidah : 90-91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3)	Aspek politik : Diktator, pecah belah, dan bunuh pemuda.&lt;/strong&gt; 	&lt;em&gt;“Sesungguhnya fir`aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya fir`aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.”&lt;/em&gt; (Q.S. Al-Qoshos : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4)	Aspek konstitusi : Adat leluhur&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.” &lt;/em&gt;(Q.S. Al-Maidah : 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5)	Aspek prosedur pembuat undang-undang (Trias Politica) :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;·	Pembuat Undang-undang (Legislatif)&lt;br /&gt;·	Pelaksana Undang-undang (Eksekutif)&lt;br /&gt;·	Pelaksana pemerintahan (Yudikatif)&lt;br /&gt;·	&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6)	Aspek Pemegang kekuasaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;·	Qusai&lt;br /&gt;·	Abu Dzar&lt;br /&gt;·	Hasyim&lt;br /&gt;·	Muthalib Al-Faiz&lt;br /&gt;·	Abdul Muthalib&lt;br /&gt;·	Abu Thalib&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7)	Aspek Badan dan lembaga tinggi negara Makkah :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;·	Hijaba/Depag&lt;br /&gt;-	Tugas	: Kesatuan/keseragaman agama&lt;br /&gt;-	Oleh	: Abdullah Ad-Dar dan Utsman Bin Tholha&lt;br /&gt;·	Sahaya/Dephub &amp; KLH&lt;br /&gt;-	Tugas	: Mengawasi mata air&lt;br /&gt;-	Oleh	: Keluarga Hasyim, yakni Abbas Bin Abdul     Muthalib&lt;br /&gt;·	As-Sifaroh/Deplu&lt;br /&gt;-	Tugas	: Mengatur kerukunan antar Kabilah&lt;br /&gt;-	Oleh	: Umar Bin Khatab&lt;br /&gt;·	Diyat/Depkeh&lt;br /&gt;-	Tugas	: Menyelesaikan perdata dan pidana&lt;br /&gt;-	Oleh	: Tho`im Ibnu Murro&lt;br /&gt;·	Liwa/Hankam&lt;br /&gt;-	Tugas	: Mengatur militer&lt;br /&gt;-	Oleh	:Utbah Bin Robi`ah dari keluarga Ummayah,  Sofyan Bin Harb dari keluarga Abu Sofyan&lt;br /&gt;·	Rifada/Depsos &amp; pajak&lt;br /&gt;-	Tugas	: Mengatur kesejahteraan rakyat&lt;br /&gt;-	Oleh	: Putra Abu manaf/Harits Bin Amar dari keluarga Naufal&lt;br /&gt;·	Nadwaah/Dewan Nasional Negara/Deppen/DPA&lt;br /&gt;-	Tugas	: Menasihati presiden&lt;br /&gt;-	Oleh	: Putra Abdul Uzza dari keluarga Ass`ad&lt;br /&gt;·	Khoiman/MPR&lt;br /&gt;-	Tugas	: memanggil semua lembaga negara&lt;br /&gt;-	Oleh	: Khalid Bin Walid&lt;br /&gt;·	Khozimah/Depkeu&lt;br /&gt;-	Tugas	: Mengurusi keuangan negara&lt;br /&gt;-	Oleh	: Harits Bin Kois&lt;br /&gt;·	Azlam/Dep. Fatwa/Majelis Ulama&lt;br /&gt;-	Tugas	: Memberikan fatwa kepada aparatur negara&lt;br /&gt;-	Oleh	: Sofwan, keluarga Abu Sofyan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6148469-107020690489551951?l=siroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6148469/posts/default/107020690489551951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6148469/posts/default/107020690489551951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siroh.blogspot.com/2003_11_01_archive.html#107020690489551951' title=''/><author><name>Raif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15255401331732701623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
